Semalam kami berempat saya, suami, mbak cha dan zaf nonton TV bareng tepatnya nemenin pak cha nonton GP. Saya ambil seplastik ceiling pisang. Saya tuang ke toples. Dan tetiba zaf minta plastik bekas criping. Saya kira mau dibuat mainan ternyata dibuang ke tempat sampah. Senang dg perkembangan zaf yang tanpa disuruh sudah tau makna kebersihan. Sekarang zaf baru 1th 5bln lhooo :)
Jumat, 13 November 2015
The Art of Kepepet
Siang kemarin saya harus ke ngirim paket ke JNE karena sudah janji dengan customer. Posisi mio kesayangan dibawa kerja suami. Di rumah cuman ada motor vega kepunyaan bapak. Bismillah saya mencoba naik motor bebek. Taraaaa alhamdulillah bisa. Hati mantep akhirnya saya pergi ke Sangen dan selamat sampai di rumah.
Mungkin bagi orang lain hal yang saya lakukan biasa banget. Naik motor pasti banyak yang bisa. Beda bagi saya. Sekalipun awal latihan motor zaman kuliah pake motor bebek supra. Mentok keliling desa waktu itu.
Hal itu menguatkan saya bahwa saya juga mempunyai kemampuan. Sekalipun saya unskilled dibandingkan anggota keluarga yang lain. Saya jadi merasa lebih bersemangat menemukan potensi saya yang belum tergali di umur yang sudah tak muda ini. Huhuhuu
Kanker
Kanker
Kantong kering.
Bulan November ini banyak sekali pengeluaran, perpanjangan BPKB, arisan motor, gaji ART, kebutuhan Cha Zaf juga banyak yg habis di bulan ini. Huks. Rasanya pengen nangiissss. Uang di dompet tiriiiisss. Masih tanggal 14 pula. Belum ada tengah bulan.
Ya Allah berilah kelancaran rizki
Berikanlah kami rizki nan berkah
Kuatkan kami dari godaan dunia
Berikanlah kami hidup nan barokah
Kantong kering.
Bulan November ini banyak sekali pengeluaran, perpanjangan BPKB, arisan motor, gaji ART, kebutuhan Cha Zaf juga banyak yg habis di bulan ini. Huks. Rasanya pengen nangiissss. Uang di dompet tiriiiisss. Masih tanggal 14 pula. Belum ada tengah bulan.
Ya Allah berilah kelancaran rizki
Berikanlah kami rizki nan berkah
Kuatkan kami dari godaan dunia
Berikanlah kami hidup nan barokah
Sabtu, 18 April 2015
Working Mom VS Full Time Mother
Sampai detik ini masih saja ada emak-emak yang meributkan statusnya sebagai ibu rumah tangga murni maupun ibu pekerja. Padahal keduanya pasti menginginkan yang terbaik untuk perkembangan buah hatinya.
Ibu rumah tangga ingin melihat setiap perkembangan putra putrinya ditambah kekhawatiran maraknya kasus kekerasan seksual dewasa ini. Sementara ibu pekerja ingin membantu ekonomi keluarga. Sekarang inflasi tinggi, harga-harga melambung. Istripun harus bekerja menopang ekonomi keluarga.
Tantangan di zaman ini sungguh tidak mudah. Saya pun pengen bekerja kantoran sebetulnya. Namun belum ada kesempatan (gagal daftar cpns) hehehe. Pengen membantu ekonomi keluarga juga sebetulnya, makanya jualan walau masih sering tekornya. Lagian yang momong di rumah tak bisa membuat nyaman hati dan pikiran.
Semoga ketika masa balita anak-anak berakhir, ketika mereka masuk sekolah dasar. Saya pun bisa bekerja, bisa menghasilkan uang dari keringat saya. Tak ingin 'nggoyo' karier. Hanya ingin membantu ekonomi keluarga dan juga membuat orangtua bangga.
Langganan:
Postingan (Atom)